Giovanni A.L. Arum
Kami adalah anak-anak darah
Mengerang dengan teriakan pecah
Meniup luka kami yang bernanah
Dengan sendat nafas lelah
Kami lahir dari rahim berdarah
Merangkak dengan tulang-tulang patah
Menatap kalian yang megah
Di atas keringat kami yang membuncah
Kalian mengerang mendesah
Meminum darah kami pada cawan tercerah
Anak kalian berjingkrak terpapah
Meninjak-injak tangisan bayi kami yang berserah
Kalian mencongkel mata kami dengan pisau terasah
Dan menyuapkannya pada bayi-bayi lebah
Berharap melegakan ujung-ujung lidah
Dengan air mata darah
Kami akan tetap berdarah
Namun kami tak akan pernah kalah
S’bab kalian pun membunuh Tuhan kami dengan darah
Yang setelah mati, bangkit tercerah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar