Minggu, 28 Agustus 2011

AINA LIKO (puisi)


by. Ino Sengkoen


Aina Liko
Lenggokan terus tubuhmu
Lekukkan
pancarkan gemulai
dengan sepotong selendang merentang sepanjang kedua tanganmu
membuatmu jadi bak induk elang yang kepakkan sayap
Tak  usah peduli amis peluh yang berderai
Yang rintiknya perlahan basahi Nusa Cendana
dengan sedikit amis alami
Tanah ini pertiwi kita
Nanti kitapun kembali ke sana
Seperti Bonet  yang kau mainkan
Dengan haru berlapis sukacita
Menghantar Meo kembali pulang
Pelukan pertiwi rindu menanti

(Aina Liko: Istilah Dawan untuk menyebut adik perempuan kandung dari ayah atau ibu/// Bonet: tarian yang dimainkan untuk saat kematian para tetua adat atau orang yang dihargai dalam sistem adat suku orang Dawan. Tarian ini biasanya dibawakan oleh kaum perempuan/// Meo: sebutan untuk  pejuang atau prajurit kerajaan)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar