Minggu, 28 Agustus 2011

Semoga Bisa Datang Pagi (puisi)


by. Umbu Tibu


Kidung ini hadir, tatkala gerimis baru saja redah
Sepoi berhembus mengusap ranting patah
Dedaunan tua luruh membelai bumi yang basah
Senyap melambai sisakan gerimis yang indah

Iapun hadir saat kalbu lagi kau miliki
Menerawang diatas hamparan rumput teki
Saat kau melintasi zaman kepedihan
Pada ranting pohon kau beri salam
Berharap dedaunan jangan terus berguguran
Agar keteduhan tak segera kalam

Kau memang putera bangsa
Tapi terusir dari kedamaian jiwa tanpa harapan
Bola mata letih memandang sabana
Yang nyaris tak kenal kasihan

Hidupmu kini hanya mengernyitkan dahi
Rencana besar di kepala menguap
Kembang adat engkau raup
Moga malam hari hidupmu cepat membawamu pergi
Semoga bisa datang pagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar