by. Umbu Tibu
Kidung ini hadir, tatkala gerimis baru saja redah
Sepoi berhembus mengusap ranting patah
Dedaunan tua luruh membelai bumi yang basah
Senyap melambai sisakan gerimis yang indah
Iapun hadir saat kalbu lagi kau miliki
Menerawang diatas hamparan rumput teki
Saat kau melintasi zaman kepedihan
Pada ranting pohon kau beri salam
Berharap dedaunan jangan terus berguguran
Agar keteduhan tak segera kalam
Kau memang putera bangsa
Tapi terusir dari kedamaian jiwa tanpa harapan
Bola mata letih memandang sabana
Yang nyaris tak kenal kasihan
Hidupmu kini hanya mengernyitkan dahi
Rencana besar di kepala menguap
Kembang adat engkau raup
Moga malam hari hidupmu cepat membawamu pergi
Semoga bisa datang pagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar