by. Yansen Koi
Suatu hari Pak Tinus jalan-jalan di sekitar kampung Batas Babatu Mangan. Ia merasa heran karena hari itu tak seorangpun yang ada di kampung itu. Tiba-tiba ia bertemu dengan Pak Talo yang baru pulang dari tempat gali batu mangan. Keduanya saling bertegur sapa, namun keduanya sama-sama mengalami gangguan pendengaran (tuli telak), percakapanpun dimulai;
Pak Tino : “lu mau pimana brow??” (disertai gerakkan tangannya)
Pak Tinus : karena mengerti maksud gerak tangannya ia menjawab “saya mau jalan-jalan dow brow. Trus brow mau pi mana?” (tanpa ada gerak tubuh).
Pak Tino : aiiiiii…….. saya malas, brow.!!
Pak Tinus : “okey brow. Hati-hati di jalan.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar