Rabu, 02 Februari 2011

PANTUN PESONA FLOBAMORA (JILID III)*


Pantun:  
AMANCHE FRANCK

Kusapa anda Se-FLOBAMORA
 Sambil bernyanyi Bolelebo
       Mari kita menyusur Nusa
Tanah kita tercinta Bolelebo….

Kota Kupang jantung kami
Padanya seluruh FLOBAMORA berdetak
Walaupun sering nafasku sesak
Kucinta Kupang sampai abadi

Di tepi Lasiana kami berjanji
Tak kan berhenti kami bersaksi
Di batas Kota Noelbaki
Kudendangkan senandung tanah ini

Kami pergi ke Kota Soe
 Adik meminta Jeruk Keprok
Beta sampai terbahak-bahak
Dikiranya Mangan seperti Bose

Setelah nikmat menyantap Katemak
Reguklah segelas Tua’ Nakaf Insana
Jangan tidur teruslah bergerak
Bangun Biboki Miomafo Insana

Kami menembus batas Mota’ain
Sambil menyapa Maun Alin
Lorosae Loromonu tetap terjalin
Satukan hati untuk perdamaian

Kami terdampar di perairan Pantar
Ada tanya yang turut terdampar
Di manakah pesona Nusa tersebar
Di sini sayang di Alor Pantar

Bila berlayar dengan Siguntang
Pasti kau tatap, indah Lembata
Biar kecil lautnya kaya
Asal saja kau rajin berkarang

Kami rindu pada Lamalera
Terperangah  kami di ujung Peledang
 Dunia pun kagum keberanian Lamafa
Ini keajaiban yang sangat jarang

Di Tanjung Bunga Oa berjanji
Sehidup semati untuk setia
Di Larantuka ikut tradisi
Hidup abadi deng Ina Maria


Kami duduk di sudut Samador
Sambil Moat mereguk Moke
Kami menatap Palue nan hambar
Doa kami tuk Tragedi Oktober

Kami makan di Wolowaru
Ada aroma yang selalu baru
Orang Ende tampil bermutu
Seluruh dunia menatap Kelimutu

Anak Bajawa menari Ja’i
Seluruh Semesta ikut menari
Silahkan datang mari kemari
Kalau dingin Mengeruda menanti

Kami menangis di Ranamese
Enu melihat hati sendu
Kraeng bekerja sampai sore
Tak lagi kami menangis tersedu

Kami berlayar ke Pulau Komodo
Tanpa harus tunggu komando
Kami mendukung saudara Komodo
Ke seluruh dunia Sebarkan foto

Kami melihat Rambu datang
Dari padang yang nyaris gersang
Seribu Umbu gagah berkuda
Pesona Sumba untuk dunia

Di serambi  selatan Indonesia
Ada satu kemerduan rindu
Coba kau petik dawai Sasanu
Bahkan terbuai seluruh dunia

Pasti kau haus keliling FLOBAMORA
Kuberi kau segelas Tuak Sabu
Dengan senyum si anak dara
Diberi dengan hati sahaja

Bila kau rindu pada diriku
Kau boleh nyanyikan Bolelebo
Asal kau tahu pesona tanahku
Malaikat di surga pun ternina bobo

Biar kau datang di suatu senja
Kuberikan kau sebuah Oko Mama
Sebagai perlambang tanda cinta
Kan ada esok untuk bercerita


Penjelasan Istilah:
Bolelebo: Lagu daerah Nusa Tenggara Timur
Lasiana: Pantai, tempat rekreasi di Kupang
Noelbaki: Sebuah daerah di pinggiran Kota Kupang
Bose(Dawan): Jagung yang ditumbuk
Katemak(Dawan): Jagung bulat utuh-utuh
Tua’ Nakaf Insana: Sopi Kepala Insana, Minuman Keras di TTU
Biboki Miomafo Insana: 3 wilayah besar di TTU seperti swapraja dulu
Mota’ain: Daerah perbatasan dengan Timor Leste
Maun Alin(Tetun): Kakak-adik
Lorosae Loromonu(Tetun): Matahari terbit-matahari terbenam
Pantar: Pulau di Kabupaten Alor
Siguntang: Kapal Motor Bukit Siguntang melayani juga pulau-pulau NTT.
Lamalera: Desa di Lembata yang punya tradisi berburu ikan paus
Peledang: Perahu yang dipakai untuk berburu paus
Lamafa: Juru tikam ikan paus
Ina Maria: Sapaan untuk Bunda Maria di Larantuka
Samador: Nama Gedung Olahraga di Maumere
Moke: Minuman keras di Sikka
Palue: Pulau kecil di perairan laut utara Flores
Tragedi Oktober: Peristiwa tenggelamnya sebuah kapal Oktober 2010
Wolowaru: Kota kecil di dekat Danau Kelimutu
Kelimutu: Danau triwarna
Ja’i: Tarian rakyat Ngada
Mengeruda: Daerah tempat pemandian air panas di dekat Bajawa
Ranamese: Danau di Manggarai Timur
Enu: Panggilan untuk saudari di Manggarai
Kraeng: Panggilan terhormat  untuk pria di Manggarai
Komodo: Pulau tempat hidup biawak raksasa
Rambu: Gelar untuk wanita dari kalangan terhormat di Sumba
Umbu: Gelar untuk laki-laki dari kalangan terhormat di Sumba
Sasanu: Nama lain dari Sasando, alat musik petik Rote
Air tuak: Minuman yang disadap dari pohon tuak.
Oko Mama: Tempat sirih pinang di daerah Timor.


*Pantun Pesona FLOBAMORA jilid I dan II sudah terbit di Pos Kupang, Minggu 23 Oktober 2005, dan Minggu 23 April 2006.


KOMUNITAS SASTRA SEMINARI TINGGI SINT MIKHAEL PENFUI




1 komentar: