Puisi – puisi Gaudensius Nabu
Hening
Malam ini
Di kala kesunyian mulai menyelimuti hati dan kalbu
Segenap insan bumi hanyut dalam buai mimpi
Kicau burung hilang sementara waktu
Daun tak bergetar, dahan dan ranting usah kau pikirkan lagi
Beku...mungkin
Kupandang rembulan terang kemilau
Menyenangkan hati, memanjakan kalbu
Merona jiwa buat kehidupanku
Di saat itu aku tahu
Dalam ketenangan dan kesunyian
Kasih itu melingkupi
Senyum itu membias
cinta itu hadir dan menemani
Di situ harapan kan selalu ada
Tobat
Kadang hati menimang rindu
Rasa kalbu harap tuk bersama Dia
Kemauan menggebu, membahana
Ingin damai dalam pelukan-Nya
Hadir belakangan rasa
Nir pantas ada dekat hadirat-Nya
Sadar diri dibalut banyak laku tak pantas
Jurang dosa putuskan harapan
Tobatlah untuk kesampaian
Busung dada Dia kan terima
Tangan terlentang,senyum menyambut
Walau selalu dilukai
Dia kan selalu tersenyum
Harapan
Mungkin hati tak seindah mega
Merona merah memanjakan mata
Pancarkan kesegaran bagi budi
Hadirkan rindu bagi setiap insan
Terkadang keletihan mematikan harapan
Terkadang kebosanan membunuh semangat
Mungin hati tak seindah sutera
Dalam harap yang dibalut kasih
Cinta itu ada
Musnah
Harap itu
Jauh, melayang, terbang tinggalkan hidup
Serasa ribuan jarum melukis batin
Serasa jantung berpembuluh duri
Mati
Satu kata milik seutuhnya
Hasil torehan derita diri
Kepastian buat akhir hidup
Hilang
Lenyap
Apa guna berpikir lagi
Cukup
Ayah
Pancaran wajahmu hadirkan sejuta makna
Uban rambutmu biaskan keabadian
Luka tubuhmu ciptakan kesegaran
Reput kulitmu lukiskan senyuman
Rapuh tulangmu lahirkan kekuatan
Imbalan
Balas jasa
Ah...itu bukan maksudmu
Kemajuan putra, kemandirian,kesuksesan
Itu tujuanmu
Hari ini
Tertanggal 5 Januari 2011
Mengukir 54 tahun waktu hidupmu
Kesuksesan...ada
Kesukaran...banyak
Itukah kau perhitungkan?
Tidak...kau sudah lupakan
Mungkin yang kau inginkan
Anakmu berjaya
Ayah
Doaku kan selalu menyertaimu
Mungkin tak sebanding dengan perjuanganmu
Tapi ku yakin
Ia selalu ada dan hadir untukmu
Happy birthday ayah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar